Senandung Terakhir di Lembah Kabut
Sebuah cerita tentang pelarian, kebenaran yang terkubur, dan harga sebuah keadilan. LA Laura Andini Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Universitas Negeri Padang · 2026 Bagian I Aroma Kopi dan Kenangan yang Terkubur Langit di atas Lembah Aruna selalu memiliki warna yang sama di pagi hari: abu-abu pucat yang seolah menahan napas, diselimuti kabut tebal yang merayap dari dasar lembah hingga menyentuh atap-atap rumah kayu yang berjejer rapi. Di sudut kedai kopi kecil bernama "Titik Nol," duduklah Elara. Ia bukan penduduk asli Aruna, tetapi matanya—sepasang mata kelabu yang menyimpan terlalu banyak cakrawala—telah menetap di sana selama hampir dua dekade. Aroma kopi robusta yang baru diseduh, dicampur dengan sedikit kayu manis dan kelembaban tanah basah, adalah satu-satunya hal yang mampu menembus lapisan kabut ingatan yang sering menyelimutinya. Elara menyeruput pelan, merasakan panasnya menjalar, lalu meletakkannya kembali di atas meja kay...